Laman

Today's note..

Rabu, 28 Maret 2012

Apa Itu Cinta?

Cinta, satu kata berjuta makna. Cinta yang dapat membuat kita merasakan senang dan sedih secara bersamaan. Cinta yang membuat orang dapat mengerti satu sama lain, membuat orang jadi saling menghargai, membuat orang lebih berarti. Menurut sebuah subteori dupleks teori cinta (duplex theory of love) dari Robert J. Sternberg (1995; 1998b; dalam proses cetak), cara cinta berkembang sudah merupakan sebuah cerita. Para kekasih adalah penulis ceritanya, serta jenis cerita yang mereka ciptakan mencerminkan kepribadian mereka dan konsepsi mereka tentang cinta.

Mungkin sebagian dari kita berpendapat “belum hidup kalau belum menikmati cinta”. Karena cinta pasti ada dan semua orang pernah merasakannya. Entah itu cinta kepada orang tua, sahabat, teman, lawan jenis, bahkan sampai pada suatu benda. Cinta merupakan salah satu kebutuhan hidup. Maka dari itu, cinta termasuk dalam salah satu teori kebutuhan dari Maslow.

Mengenai definisi cinta, semua orang pasti memiliki versinya masing-masing. Sampai sekarang cinta masih merupakan salah satu emosi yang paling sulit untuk didefinisikan secara tepat. Namun Freud menyatakan bahwa cinta romantis merupakan satu kekuatan yang sangat dahsyat dan tidak masuk akal, yang ditandai dengan suatu psikosis temporer (gangguan mental yang serius, dengan perasaan yang nyata sekali beres terhadap realitas). Jung memandangnya sebagai dorongan yang fatal. ‘Cinta itu buta’, ‘Bertekuk lutut di hadapan cinta’, ‘Segalanya terlihat baik saat bercinta dan perang’ menunjukkan kekebalan para kekasih dari kekangan-kekangan yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Sejak lahir, anak-anak memiliki ikatan-ikatan sensual dan emosional yang kuat dengan kedua orang tua mereka, tetapi pengalaman pertama cinta seksual di luar keluarga biasanya terjadi pada masa remaja, sebagai ‘cinta monyet’. Seiring berjalannya waktu, cinta itu akan tumbuh menjadi sesuatu yang dianggap serius. Namun, hubungan cinta tidak mesti sinonim dengan perkawinan. Cinta dapat dan benar-benar bisa terjadi tanpa perkawinan, dan perkawinan dapat dan benar-benar terlaksana tanpa cinta.

Sosiolog asal Kanada, John Lee, pada tahun 1974 berpendapat bahwa pada dasarnya ada enam ‘gaya cinta’ yang berbeda. Orang biasanya memiliki kombinasi dua atau lebih gaya bercinta berikut ini – yang menghasilkan semacam profil cinta – bukannya hanya satu tipe cinta yang murni.

© Storge : ini merupakan cinta yang lebih didasarkan pada persahabatan, bukannya pada nafsu. Kekasih-kekasih tipe storgis sangat menginginkan perkawinan dan komitmen.

© Agape : ini merupakan satu bentuk cinta yang tidak mementingkan diri sendiri dan selalu ingin berkorban. (Secara tradisional, agape adalah bentuk cinta spiritual, religius, dan altruistik).

© Mania : ini merupakan cinta yang bersifat obsesif dan sangat tergantung kepada pasangannya. Kekasih-kekasih maniak seringkali bersikap neurotis dan cemburu kepada pasangannya.

© Pragma : tipe cinta di mana perasaan pasangan dilandasi oleh pikiran yang tenang terhadap realisme untuk mencapai prestasi-prestasi pribadi. Kekasih-kekasih pragmatis secara sadar mencari pasangan yang ‘tepat’ untuk dijadikan kekasih hatinya.

© Ludos : ini merupakan tipe cinta yang lebih banyak menerapkan pendekatan permainan dalam menjalin cinta dengan pasangannya. Kekasih-kekasih ludik adalah para pencari sensasi atau memiliki beberapa pasangan sekaligus.

© Eros : ini merupakan tipe cinta yang romantis dan sentimental. Kekasih-kekasih eros memiliki keyakinan yang kuat dalam cinta pada pandangan pertama, tapi begitu erotisme memudar, mereka tergerak untuk mencari penggantinya.

Selain itu terdapat juga subteori lain tentang cinta oleh Sternberg yaitu subteori segitiga cinta (triangular subtheory of love) (1986; 1998a; dalam proses cetak), ketiga unsur atau komponen cinta adalah keintiman, gairah dan komitmen. Keintiman, unsur emosional, melibatkan pengungkapan diri, yang mengarah ke keterikatan, kehangatan, dan rasa percaya. Gairah, unsur motivasional, didasari oleh dorongan yang mentranslasi rangsangan fisiologis menjadi hasrat seksual. Komitmen, unsur kognitif, merupakan keputusan untuk mencintai dan bertahan dengan sang kekasih. Derajat tiap tiga unsur menentukan jenis cinta yang dirasakan seseorang. Jenis-jenis cinta tersebut adalah sebagai berikut:

© Non-cinta (Non-love) : ketiga komponen cinta – keintiman, gairah, dan komitmen – tidak ada. Non-cinta menggambarkan kebanyakan hubungan interpersonal, yang merupakan interaksi yang sangat biasa.

© Menyukai (Liking) : keintiman merupakan satu-satunya komponen yang ada. Tidak ada kedekatan, pemahaman, dukungan emosional, afeksi, ikatan, dan kehangatan. Gairah maupun komitmen juga tidak ada.

© Gairah (Passion) : gairah merupakan satu-satunya komponen yang ada. Ini merupakan “cinta pada pandangan pertama”, ketertarikan fisik dan rangsangan seksual yang kuat, tanpa keintiman atau komitmen, infatuasi dapat membara dan mati seketika – atau pada situasi tertentu, bertahan lama.

© Cinta kosong (Empty love) : komitmen merupakan satu-satunya komponen yang ada. Cinta kosong seringkali ditemukan pada hubungan jangka panjang yang telah kehilangan keintiman dan gairah, atau dalam pernikahan yang dijodohkan.

© Cinta Romantis (Romantic love) : terdapat keintiman dan gairah. Kekasih romantis saling tertarik secara fisik dan terikat secara emosional. Namun, mereka tidak saling berkomitmen.

© Cinta persahabatan (Companionate love) : terdapat keintiman dan komitmen. Cinta ini merupakan persahabatan jangka panjang berkomitmen, seringkali terjadi dalam perkawinan dimana ketertarikan fisik sudah memudar tetapi para pasangan merasa saling dekat dan memutuskan untuk bersama selamanya.

© Cinta bodoh (Fatuous love) : terdapat gairah dan komitmen tanpa keintiman. Merupakan cinta yang mengarah ke hubungan bergejolak, dimana pasangan berkomitmen dengan dasar gairah tanpa memperbolehkan mereka mengembangkan keintiman. Cinta ini biasanya tidak bertahan, walaupun terhadap intensi untuk berkomitmen.

© Cinta yang sempurna (Consummate love) : terdapat ketiga komponen pada cinta “utuh” ini, yang mana banyak diperjuangkan oleh banyak orang, terutama dalam hubungan romantis. Cinta ini lebih mudah dicapai daripada dipertahankan. Masing-masing pasangan dapat mengubah apa yang mereka inginkan dari hubungan mereka. Bila salah satu pihak berubah, yang lain berubah juga. Hubungan dapat bertahan dalam bentuk yang berbeda. Bila pihak lain tidak berubah, hubungan mungkin terputus.

Dari berbagai macam kategori cinta diatas, termasuk yang manakah cinta anda??












Referensi :

Papalia, Diane E., dkk. 2009. Human Development,edisi 10. Jakarta: Salemba Humanika

Killingstone, Patrick., & Cornellis, Margareth. 2008. Sex and love guide to teenagers – 101% untuk remaja: semua yang perlu kamu ketahui tentang cinta dan seks. Jakarta: Prestasi Pustakaraya

4 Tipe Kepribadian Manusia

Kepribadian adalah sesuatu yang memberi tata-tertib dan keharmonisan terhadap segala macam tingkah laku berbeda-beda yang dilakukan oleh si individu. Kepribadian mencakup usaha-usaha menyesuaikan diri yang beraneka ragam namun khas yang dilakukan oleh individu. Kepribadian disamakan dengan aspek-aspek unik atau khas dari tingkah laku. Dalam hal ini, kepribadian merupakan istilah untuk menunjukkan hal-hal khusus tentang individu dan yang membedakannya dari semua orang lain. Definisi-definisi ini mengemukakan bahwa kepribadian merupakan bagian dari individu yang paling mencerminkan atau mewakili si pribadi, bukan hanya dalam arti bahwa ia membedakan individu tersebut dari orang-orang lain, tetapi yang lebih penting, bahwa itulah ia yang sebenarnya.

Dari berbagai definisi diatas, kita dapat memahami satu hal yang pasti adalah “Manusia itu unik”. Namun, tipe kepribadian/watak manusia dapat dikelompokkan menjadi 4 yaitu Sanguin, kolerik, melankolik, dan plegmatik. Hhmm.. kamu termasuk kedalam tipe yang mana nih? Ayo simak selengkapnya dibawah ini..

1. Tipe Sanguin

Bagi kamu yang merasa dirinya periang, ga bisa diem, mudah bergaul, dan humoris, sepertinya kalian masuk dalam tipe ini deh..

Bagi kamu yang memiliki tipe sangunis ini, dikenal sangat periang, ekstrovert, dan paling terbuka diantara tipe-tipe lainnya. Kamu bisa meramaikan suasana, suka ngomong, humoris, gampang terpengaruh, berhati tulus (cieee..), penuh semangat, kekanak-kanakan, antusias, kreatif dan inovatif. Orang Sanguin adalah orang yang suka bergaul dan spontan, maka dari itu kamu bisa akrab dengan orang yang belum lama kamu kenal. Tipe Sanguin tidak tahan melihat orang asing didepan mereka tanpa memberi tanggapan kepadanya.

Tipe ini juga terkenal engga bisa diem loh.. sampai-sampai kalo kamu lagi duduk juga suka menggerak-gerakkan kaki. Bukan berarti lagi kebelet loh yaa.. tapi emang kebiasaan kamu kayak gitu, ga bisa diem. Jadi jangan heran kalo ada temen kamu yang ngomel-ngomel gara-gara kamu ga bisa diem alias pecicilan.

Orang Sanguin biasanya bukan pemikir berat. Mereka sangat menikmati hidup yang sedang dijalaninya. Mereka jarang khawatir akan masa depan dan masa lalu, mereka menikmati lebih banyak kegembiraan dari hari-hari yang dilaluinya. Maka dari itu, biasanya sebagian dari kamu cepat melupakan kejadian-kejadian di masa lalu.

Eittss.. ternyata tipe sanguin punya kelemahan juga loh kalau berada dalam situasi kesedihan seperti datang ke tempat duka atau menghibur teman yang sedang sedih. Mereka biasanya bingung dan tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Sifatnya yang spontan membuatnya cenderung impulsive, cepat memutuskan segala sesuatu dan bertindak secara emosional sehingga seringkali malah membuatnya susah. Bener ga hayooo?

2. Tipe Kolerik

Selain tipe sanguin, ada juga tipe kolerik. Tipe ini juga dikenal terbuka (ekstrovert), tetapi tingkat keterbukaannya lebih rendah dibandingkan tipe sanguin. Kamu yang memiliki tipe kolerik ini punya karakter yang percaya diri, dinamis dan aktif, optimis, berani mengambil resiko besar sekalipun, hatinya mudah terbakar, selalu merasa benar, susah menerima pendapat orang, disiplin, tepat waktu.

Bagi kamu yang bertipe kolerik, cocok banget kalau jadi pemimpin, karena kamu punya jiwa-jiwa memimpin, loyalitas kamu dalam pekerjaan juga tinggi, sangat bertanggung jawab dan bisa jadi motivator juga bagi orang lain. Kamu punya kemauan yang keras, jadi jangan heran kalau kamu suka dianggap keras kepala sama teman-teman kamu. Kompromi merupakan hal yang sangat sulit bagi kamu yang bertipe kolerik kecuali kompromi itu bermanfaat bagi tujuan yang kamu miliki. Jika kamu punya ide, kamu akan mempertahakan ide itu dengan kuat karena kamu sudah memikirkannya dengan matang. Selain itu kamu juga punya sifat kompetitif dan selalu ingin menjadi pemenang.

Kelemahan-kelemahan bagi kamu yang bertipe kolerik adalah kurang bisa merasakan apa yang orang lain rasakan (empati), kamu cenderung tidak peduli dan acuh tak acuh sama perasaan orang lain. Kamu suka memerintah orang, engga peduli kalau mereka suka atau engga. Karena kamu memiliki tipe yang “kurang perasa”, jadi kamu juga kurang memiliki belas kasihan sama penderitaan orang lain. Sebaiknya untuk mengurangi kelemahan kamu, cobalah bergabung ke kegiatan-kegiatan sosial biar kamu sedikit demi sedikit bisa memahami penderitaan orang-orang disekitar kamu.

3. Tipe Melankolik

Pasti kalian sering denger tentang tipe yang satu ini. Orang yang punya tipe ini biasanya terkenal dengan sebutan “Orang Melow”. Buat kamu yang ngerasa suka murung, gampang putus asa, pendiam (Introvert), pesimis, sulit untuk bergaul, berarti kamu masuk ke dalam tipe ini.

Eiittss, tapi jangan sedih dulu. Bukan berarti kalau kamu termasuk tipe melankolis, kamu punya kepribadian yang sepenuhnya jelek loh ya.. Orang yang melankolis juga terkenal sangat berbakat loh. Tetapi sayangnya kamu kurang menghargai bakat yang kamu punya. Selain itu kamu juga mempunyai tingkat kecerdasan yang tinggi dan bersifat estetis yang mendalam sehingga kamu lebih menghargai seni dibandingkan dengan tipe yang lainnya. Kamu punya perasaan yang sangat kuat, sangat sensitif maka bisa disimpulkan bahwa cukup banyak seniman yang memang berdarah melankolik.

Kamu adalah orang yang mau mengorbankan diri sendiri bahkan untuk menyenangkan orang lain, serius, dan kamu juga termasuk orang yang perfeksionis karena takut akan kegagalan. Kamu mempunyai sifat dasar yang teliti, hidup dengan tantangan atau visi untuk menginvestasikan hidup, tetapi kamu jarang dapat menghasilkan sendiri.

Kamu itu tipe yang berorientasi jadwal, memiliki standar yang tinggi, sadar akan perincian, gigih dan cermat, tertib dan terorganisasi, teratur dan rapi, ekonomis, mendapat pemecahan kreatif jika dihadapkan dengan suatu masalah, dan kamu selalu berpikiran untuk menyelesaikan apa yang sudah dimulai.

4. Tipe Plegmatik

Tipe ini sangat dikenal dengan pribadi yang damai. Kamu yang termasuk tipe plegmatik ini memiliki karakter yang rendah hati, mudah bergaul, menyenangkan, santai, tenang, sabar, cerdas, humoris, simpatik dan baik hati. Karena kamu memiliki sifat tersebut, maka tidak heran kalau kamu punya banyak teman. Kamu juga suka dijadikan tempat untuk curhat karena kamu adalah pendengar yang baik.

Tipe plegmatik adalah orang yang cenderung tenang, dari luar cenderung tidak beremosi, tidak menampakkan perasaan sedih atau senang. Naik turun emosinya itu tidak nampak dengan jelas. Kamu memang cenderung bisa menguasai diri dengan cukup baik dan sangat introspektif.

Kamu jarang mengeluarkan ide-ide atau perasaan jika kamu tidak yakin kalau kamu tidak akan melukai atau menyakiti orang lain. Orang-orang Plegmatik tertutup dan sangat diam. Sikapnya yang tenang membuat orang lain tidak tahu apa yang sedang dirasakan atau dipikirkannya.

Berbeda dengan orang yang bertipe Kolerik, kamu justru sangat perasa dan memiliki belas kasihan terhadap orang lain. Perhatian yang kamu miliki dan sifat kamu yang tidak suka menuntut membuat orang-orang merasa nyaman di dekatmu termasuk kamu juga dicintai oleh anak-anak. Kamu dilahirkan dengan bakat diplomat dan pembawa damai.

Kelemahan kamu adalah cenderung mau ambil mudahnya, tidak mau susah, sehingga kamu suka mengambil jalan pintas yang paling mudah dan gampang. Orang-orang tipe Plegmatik juga punya kelemahan yang utama yaitu rasa takut dan egois, walaupun kamu menunjukkan sikap ini dengan sangat diplomatis. Sikap rasa takut terhadap hal-hal baru membuat kamu tidak berani mencoba hal baru tanpa dorongan orang lain. Itulah yang membuatnya kurang berani berkompetisi.

Dari pembahasan keempat tipe kepribadian diatas, kamu jadi tau kan kalau kamu termasuk dalam tipe yang mana? Tapi sebenarnya, keempat tipe tersebut sudah pasti ada di dalam diri kita, namun yang lebih dominan dan menonjol adalah tipe dari kepribadian kita. Dengan mengetahui tipe-tipe kepribadian, kita jadi bisa bersikap dan beradaptasi dengan orang yang memiliki kepribadian yang berbeda-beda.

Referensi:

Hall, Calvin S., & Lindzey, Gardner. 1993. Teori-Teori Psikodinamik (Klinis). Yogyakarta: Kanisius

Anonim. 2009. Macam kepribadian manusia. http://izoen.blogspot.com/2009/04/4-macam-kepribadian-manusia.html. Diakses pada tanggal 25 Maret 2012

Anonim. 2009. Macam karakter manusia. http://liquidex27.wordpress.com/2009/02/18/4-macam-karakter-manusia/. Diakses pada tanggal 25 Maret 2012

Hendaryani ,Koes. 2011. Empat macam karakter manusia. http://www.teenage-corner.com/2011/06/empat-macam-karakter-manusia.html. Diakses pada tanggal 25 Maret 2012