Laman

Today's note..

Minggu, 23 Oktober 2011

Menganalisis Orang dari Social Network

Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba untuk menganalisis orang dari info, status-statusnya, dan dari fotonya di Facebook. Orang yang akan saya analisis adalah seorang perempuan yang tinggal di Cirebon dan masih duduk di bangku SMP. Nickname dia di fb (facebook) adalah Adindhaocestthafranssiska Afrieanyslalumngharapkandksieh Saiiankygtuluz (Princesslovers Mydestiny).

Kalau kita melihat secara sekilas dari nama fb nya aja bisa diperkirakan kalau dia punya problem pada dirinya yang selalu mengharapkan kasih sayang dari seseorang secara tulus. Entah mungkin dari keluarganya, teman-temannya, ataupun dari lawan jenisnya.

Namun mengapa dia punya nickname sepanjang itu? Mungkin kita sudah tidak asing dan sering menjumpai akun facebook semacam itu. Dan ada beberapa alasan yang mendasari kenapa ada orang-orang seperti itu? Pertama, kemungkinan yang sangat besar dia hanya iseng. Kedua, dia tipe orang yang tidak suka menyebarkan identitasnya secara terang-terangan. Jadi dia menggunakan nama yang agak disamarkan untuk menutupi identitas aslinya. Supaya orang-orang tidak langsung mengenal dia, dan sedikit orang yang bisa mencari fb dia karena namanya yang sangat rumit. Karena itu, yang mengetahui fb dia hanya teman-teman yang memang kenal dengan dia. Yang secara langsung diberi tahu tentang fb nya. Ketiga, dia tipe orang yang up to date. Mengikuti tren masa kini. Pada masa-masa remaja labil seperti ini mungkin sedang tren menggunakan nama seperti itu. Karena sebagian besar bahkan hampir semua pengguna fb khususnya di Indonesia, yang menggunakan nickname seperti itu adalah para remaja-remaja yang masih labil tingkat emosinya, sama seperti dia. Alasannya karena mereka ingin mencari sensasi agar terlihat lain daripada yang lainnya, agar mereka diperhatikan / mendapatkan perhatian dari publik.

Lanjut lagi ketika saya membaca infonya dia…


Sebelum kita membahas tentang info diatas, mari kita bahas kepribadian introvert dan extrovert terlebih dahulu.

Extrovert adalah kecenderungan untuk berfokus pada dunia di luar diri. Orang orang extrovert menikmati interaksi sosial dan cenderung antusias, verbal, tegas, dan animasi. Mereka menikmati pertemuan pertemuan sosial yang besar, seperti pesta dan segala macam aktivitas kelompok. Orang orang extrovert cenderung untuk menikmati waktu yang dihabiskan dengan orang banyak dan mendapat energi dari interaksi sosial.

Ciri Ciri Orang Extrovert

* Suka berteman
* Asertif
* Cerewet
* Sosial / keluar
* Suka berkelompok, pesta, dll
* Mendapat energi dari interaksi
* Ekspresif & antusias
* Sukarelawan informasi pribadi
* Perhatiannya mudah dialihkan
* Mempunyai banyak teman

Introvert adalah kecenderungan untuk berfokus pada dunia di dalam diri. Orang orang introvert cenderung tenang, damai dan hati-hati dan tidak tertarik pada interaksi sosial. Mereka menyukai aktivitas yang bisa mereka lakukan sendiri atau dengan salah satu teman dekat yang lain, kegiatan seperti membaca, menulis, berpikir, dan menciptakan. Orang orang introvert merasa kegiatan pertemuan sosial melelahkan.

Ciri ciri Orang Introvert

* Mendapat energi dari waktu menyendiri
* Menjaga privasi
* Tenang
* Bertindak dengan sengaja
* Sadar diri
* Lebih sedikit teman-teman
* Lebih menyukai kelompok kecil
* Independen
* Cenderung kurang bersosialisasi
* Suka kesendirian
* Berpikir sebelum berbicara

Kedua ciri kepribadian tersebut memiliki aspek-aspek positif dan negatif, sehingga sebenarnya tidak ada kepribadian yang lebih baik atau lebih buruk diantara keduanya. Menjadi penyendiri bukan berarti hal yang negatif atau memiliki kelainan, begitu pula sebaliknya dengan orang yang selalu membutuhkan orang lain. Setiap orang memiliki batasan kenyamanan tertentu dalam bersosialisasi, bergaul dan membuka dirinya pada lingkungan. Oleh karena itu tidak ada yang salah dengan menjadi extrovert maupun introvert. Hal yang perlu diperhatikan adalah selama kepribadian tersebut tidak merugikan diri sendiri dan orang lain, maka kita tidak perlu memiliki kekhawatiran yang terlalu dalam. Tetapi apabila kepribadian tersebut sangat merugikan diri sendiri dan orang lain, maka sebaiknya kita melakukan sesuatu. Hal ini bukan berarti merubah diri kita secara total, melainkan menyesuaikan diri kita terhadap lingkungan.

Jika dilihat dari info diatas, menurut Saya dia adalah tipe orang yang introvert. Mengapa demikian? Karena dia mengungkapkan perasaannya lewat media. Dia meluapkan apa yang dia rasakan ke dalam tulisan, bukan secara langsung. Mungkin dia sebenarnya ingin mengungkapkannya langsung pada orang yg bersangkutan, hanya saja dia tidak berani dan akhirnya menulis melalui perantara fb dengan harapan orang yang dimaksud dalam infonya itu akan mengetahui perasaan yang dia rasakan tanpa harus bersusah payah untuk mengungkapkannya langsung.

Dari status-status dia diatas memperkuat kepribadian dia bahwa dia adalah seorang yang introvert. Seorang introvert cenderung pendiam di kesehariannya dan memendam semua yang dia rasakan dan yang dia alami. Karena pribadinya yang pendiam, dia sagat jarang menceritakan keluh kesahnya kepada orang-orang, mungkin hanya beberapa orang saja dalam jumlah yang kecil yang dia percayakan untuk bercerita tentang perasaan dia.

Karena dia tidak bisa blak-blakan dengan orang lain, maka dia pun menumpahkan keluh kesahnya melalu media perantara. Dalam kasus ini, dia meluapkannya melalui tulisan-tulisan di facebooknya seperti status, dll. Alhasil status-status dia sebagian besar menggambarkan kesedihan, amarah, kekecewaan, dsb.

Selain dari nama dan status di fb, saya juga mencoba melihat kepribadiannya melalui foto-foto dia. Dari beberapa foto yang saya amati, dia memiliki beberapa teman yang tergabung dalam kelompok kecil. Dia memiliki kelekatan yang erat dengan temannya ditandai dari foto-fotonya tersebut. Namun dari foto-fotonya itu, dia seperti sulit untuk mengeluarkan ekspresinya, ini dikarenakan dia seorang yang pendiam dan introvert.


Referensi:
http://yaradaniaalie.wordpress.com/tag/extrovert/
http://webkonseling.blogspot.com/2009_05_01_archive.html

Kamis, 29 September 2011

Penggunaan Internet


Internet berasal dari kata Interconnection Networking yang mempunyai arti hubungan komputer dengan berbagai tipe yang membentuk sistem jaringan yang mencakup seluruh dunia (jaringan komputer global) dengan melalui jalur telekomunikasi seperti telepon, radio link, satelit dan lainnya. Dan menjadi penghubung pengguna komputer dengan pengguna komputer lainnya serta dapat berhubungan dengan komputer di sebuah wilayah ke wilayah di penjuru dunia.
Dewasa ini tentunya istilah internet sudah tidak asing lagi di telinga kita. Hampir semua pekerjaan kita menggunakan internet. Dari mulai anak-anak hingga dewasa, dari mulai untuk main-main hingga untuk pekerjaan. Semuanya ada dalam internet. Apalagi penggunaannya sangatlah mudah.

Internet menyediakan berbagai informasi yang kita butuhkan. Kita dapat melakukan banyak hal dengan memanfaatkan teknologi tersebut. Dan kita dapat mengaksesnya dengan mudah dan cepat. Kita tidak hanya bisa mendapatkan informasi, tapi kita pun dapat membagi informasi yang kita punya kepada orang lain menggunakan internet. Bahkan untuk jual-beli juga bisa menggunakan internet.

Begitu praktisnya penggunaan internet, maka manusia dapat lebih mudah untuk menjalani kehidupannya. Apalagi saat ini internet tidak hanya digunakan di kota-kota besar, melainkan juga sampai pedesaan. Dalam waktu yang cukup singkat, internet bisa merabah hampir ke seluruh wilayah di dunia. Oleh karena itu, komunikasi tidak hanya dilakukan antar masyarakat sesama daerah, melainkan antar negara tanpa adanya pembatas. Sehingga berbagai informasi baru yang didapat pun lebih mudah masuk.

Sayangnya karena kebebasan yang ada dalam internet, manusia seringkali menyalahgunakannya. Dari mulai pornografi, hingga yang marak pada saat ini adalah kasus kriminal yang terjadi lewat internet seperti penculikan, penipuan, dsb. Berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah namun belum maksimal.

Sebaiknya untuk mengantisipasi dampak-dampak negatif itu harus dimulai dari diri kita sendiri. Karena tidak adanya batasan dalam dunia internet, maka kita yang harus membatasi diri kita. Kita harus selalu waspada pada hal-hal yang ditawarkan di internet dan/atau dengan siapa kita berkomunikasi. Kita juga harus pintar-pintar memilih mana yang baik dan mana yang buruk untuk kita. Disamping itu, pemerintah juga sebaiknya terus memperketat pengawasan terhadap informasi-informasi yang sekiranya tidak boleh di konsumsi oleh masyarakat Indonesia yang masuk lewat internet.


Referensi:
http://arifjayarana.wordpress.com/apa-sih-internet-itu/

Rabu, 13 April 2011

Asal Mula Pensil dan Penghapus

Sekarang keberadaan Pensil serta Penghapus sudah tidak asing lagi, dan sangat mudah dicari. Dengan adanya pensil, manusia bisa melakukan tugasnya dengan mudah seperti mengerjakan PR, tugas sekolah, menggambar, mendesain, dll. Pensil juga sudah bermacam-macam bentuk dan jenisnya. Dari mulai pensil biasa, hingga pensil yang berwarna. Berikut akan dijelaskan sejarah pensil dan penghapus terlebih dulu.

Sejarah Pensil

Penggunaan timbal dan grafit sudah dimulai sejak zaman Yunani. Keduanya memberikan efek goresan abu-abu, walaupun grafit sedikit lebih hitam. Grafit sangat jarang dipakai hingga kemudian pada tahun 1564 ditemukan kandungan grafit murni dalam jumlah besar di Borrowdale, sebuah lembah di Lake District, Inggris bagian utara. Meskipun kelihatan seperti batu bara, mineral tersebut tidak dapat terbakar, dan meninggalkan bekas berwarna hitam mengilap, serta mudah dihapus di atas permukaan yang bisa ditulisi.

Pada masa ini istilah grafit masih disalahartikan dengan timah, timah hitam, dan plumbago, artinya “seperti timah” mengingat sifatnya yang hampir sama. Karena itu istilah lead pencil (pensil timah) masih digunakan sampai sekarang. Karena teksturnya berminyak, bongkahan dibungkus dengan kulit domba atau potongan kecil timah berbentuktongkat dibebat dengan tali. Tidak seorang pun tahu siapa yang mula-mula mempunyai ide untuk memasukkan timah hitam ke dalam wadah kayu, tetapi pada tahun 1560-an, pensil yang primitif sudah sampai di benua Eropa.

Tak lama kemudian, timah hitam ditambang dan diekspor untuk memenuhi permintaan para seniman; dan pada abad ke-17, bisa dikatakan timah hitam telah digunakan di mana-mana. Pada waktu yang sama, para pembuat pensil bereksperimen dengan timah hitam untuk menghasilkan alat tulis yang lebih baik. Karena murni serta mudah diekstrak, timah hitam dari Borrowdale menjadi incaran pencuri dan pedagang gelap. Untuk mengatasinya, Parlemen Inggris mengeluarkan undang-undang pada tahun 1752 yang menetapkan bahwa pencuri timah hitam bisa dipenjarakan atau dibuang ke suatu koloni narapidana.

Namun pada tahun 1779, seorang ahli kimia Carl W. Scheele meneliti dan menyimpulkan bahwa grafit memiliki sifat kimiawi yang jauh berbeda dengan timbal. Grafit adalah komposisi molekul karbon murni yang lunak. Akhirnya pada tahun 1789, ahli Geologi Jerman, Abraham G. Werner memberikan nama grafit, yang berasal dari perkataan Yunani graphein, yang berarti menulis. Jadi, isi pensil bukan timah.

Pensil Modern

Pensil sekarang adalah alat tulis dan gambar yang canggih sekaligus serbaguna, yang setiap tahun diproduksi di seluruh dunia hingga milliaran batang. Pensil biasa dapat membuat garis sepanjang 60 kilometer dan menulis 45.000 kata.

Pensil berwarna

Isi pensil mekanis, yang tangkainya dari logam atau plastik, tidak perlu diraut. Sebagai ganti grafit, pensil berwarna berisi bahan pewarna dan pigmen dalam puluhan warna.

Pensil mekanis

Pensil mekanis ditemukan di Britania Raya pada 1822 oleh Sampson Mordan dan Gabriel Riddle. Pensil mekanis menjadi tenar di Jepang dengan beberapa pengembangan di tahun 1915 oleh Tokuji Hayakawa, seorang pekerja besi yang selesai magangnya. Pensil mekanis ciptaannya dinamakan Ever-Ready Sharp Pencil.

Sejarah Penghapus

Penghapus (juga disebut setip) merupakan salah satu perlengkapan alat tulis yang merupakan karet lembut yang mampu menghilangkan tanda yang dihasilkan dengan pensil.

Penghapus kenyal seperti karet, dan seringkali bewarna putih atau hitam (walaupun ditemukan juga coklat atau merah jambu untuk memperindah penampilan sesuai pemanfaatan teknologi). Terdapat pensil yang dilengkapi dengan penghapus di ujungnya. Penghapus mahal mungkin mempunyai bahan vinyl atau plastik sebagai tambahan kepada karet.

Penghapus juga merujuk kepada penghapus pada papan tulis seperti papan hitam atau papan putih. Penghapus papan hitam tradisional merupakan blok kayu berbentuk persegi panjang yang dibuat dari kain berbahan wol.

Pada tahun 1770, pakar sains Joseph Priestley menyatakan, “Saya telah melihat bahan yang amat sesuai untuk digunakan bagi menghilangkan tanda arang pensil pada kertas.” Di seluruh Eropa pada saat itu, tulisan pensil dihapus dari kertas dengan menggunakan kubus-kubus kecil yang terbuat dari karet. Kubus-kubus kecil ini masih digunakan untuk tujuan ini di Inggris dan Australia.

Juga pada tahun 1770, Edward Naime, insinyur Inggris, disebut sebagai pencipta penghapus karet pertama. Sebelum penggunaan karet, serbuk roti digunakan sebagai penghapus. Naime berkata bahwa dia salah mengambil kepingan karet dan bukannya serbuk roti, dan menemukan ciri-ciri menghapus dari karet, dan mulai menjual penghapus karet.

Bagaimanapun juga, karet dalam bentuk mentah sulit disimpan, kerana ia mudah dan akan rusak. Pada tahun 1839, Charles Goodyear, seorang penemu, menemukan proses vulkanisasi, kaedah yang merawat karet dan menjadikannya bahan yang tahan lama. Penghapus menjadi benda yang umum dengan perkembangan karet yang divulkanisasi.

Pada tahun 1858, Hyman Lipman dari Philadelphia, Pennsylvania, AS, menerima paten pertama untuk pelekatan penghapus pada ujung pensil. Paten itu kemudian dibatalkan karena ditetapkan bahwa hal tersebut hanya merupakan gabungan dua peralatan dan bukannya produk baru sepenuhnya.

Efek yang terjadi pada Manusia

Pensil dan penghapus adalah pasangan yang tidak bisa dipisahkan. Pensil adalah alat tulis dan lukis yang awalnya terbuat dari grafit murni. Penulisan dilakukan dengan menggoreskan grafit tersebut ke atas media. Namun grafit murni cenderung mudah patah, terlalu lembut, memberikan efek kotor saat media bergesekan dengan tangan, dan mengotori tangan saat dipegang. Kemudian diciptakan campuran grafit dengan tanah liat agar komposisinya lebih keras.

Dengan bentuk pensil yang sekarang, akan lebih mudah digunakan. Pensil juga dibuat sesuai dengan kebutuhan manusia, oleh karena itu bentuk dan jenis pensil sangat beragam. Kita tidak perlu bersusah payah jika ingin menulis karena pensil sangat mudah dicari dan harganya pun beragam, dari mulai yang murah sampai mahal tergantung dari kualitasnya. Jika ingin menggambar juga telah tersedia pensil dengan berbagai macam warna. Begitupun dengan penghapus. Kita bisa dengan mudah membersihkan / menghapus goresan-goresan pensil yang telah kita buat. Apalagi sekarang juga bentuk penghapus sangat beragam. Dari mulai yang berbentuk kotak sampai yang berbentuk macam-macam barang. Dari mulai yang hanya berwarna putih sampai berwarna-warni. Dari yang kualitasnya tinggi sampai rendah dan dengan harga yang mahal sampai murah. Semuanya dapat kita dapatkan dengan mudah dan sesuai dengan keinginan kita.

Pensil dilapisi/dibalut oleh kayu atau plastik agar tidak mengotori tangan jika digunakan. Namun karena semakin banyak permintaan untuk pembuatan pensil, semakin banyak juga kayu dan plastik yang digunakan. Sedangkan bumi ini sedang dilanda global warming dan sangat membutuhkan pepohonan untuk menghijaukan kembali daerah-daerah yang tandus. Jika produksi pensil terus menerus dibuat dalam jumlah yang sangat besar, maka kebutuhan akan kayu juga bertambah besar dan jumlah pohon pun akan menurun jika tidak ada gerakan untuk menanam pepohonan kembali. Sebaiknya pelapis untuk pensil diganti dengan sesuatu yang lain yang tidak merugikan bumi, dan pensil digunakan jangan untuk sesuatu hal yang tidak perlu/sia-sia seperti mencorat-coret yang tidak jelas.

Bahan dasar pembuatan pensil adalah grafit yang merupakan barang tambang. Sedangkan barang tambang itu bisa habis suatu saat nanti. Jika kita menggunakan pensil secara cuma-cuma / untuk sesuatu yang tidak perlu itu akan mempercepat penghabisan barang tambang tersebut. Maka dari itu, gunakan dan manfaatkanlah pensil dengan sebaik mungkin.

Referensi:

http://uniqpost.com/14538/asal-usul-pensil-dan-penghapus-pembuatan/