Internet berasal dari kata Interconnection Networking yang mempunyai arti hubungan komputer dengan berbagai tipe yang membentuk sistem jaringan yang mencakup seluruh dunia (jaringan komputer global) dengan melalui jalur telekomunikasi seperti telepon, radio link, satelit dan lainnya. Dan menjadi penghubung pengguna komputer dengan pengguna komputer lainnya serta dapat berhubungan dengan komputer di sebuah wilayah ke wilayah di penjuru dunia. Dewasa ini tentunya istilah internet sudah tidak asing lagi di telinga kita. Hampir semua pekerjaan kita menggunakan internet. Dari mulai anak-anak hingga dewasa, dari mulai untuk main-main hingga untuk pekerjaan. Semuanya ada dalam internet. Apalagi penggunaannya sangatlah mudah.
Internet menyediakan berbagai informasi yang kita butuhkan. Kita dapat melakukan banyak hal dengan memanfaatkan teknologi tersebut. Dan kita dapat mengaksesnya dengan mudah dan cepat. Kita tidak hanya bisa mendapatkan informasi, tapi kita pun dapat membagi informasi yang kita punya kepada orang lain menggunakan internet. Bahkan untuk jual-beli juga bisa menggunakan internet.
Begitu praktisnya penggunaan internet, maka manusia dapat lebih mudah untuk menjalani kehidupannya. Apalagi saat ini internet tidak hanya digunakan di kota-kota besar, melainkan juga sampai pedesaan. Dalam waktu yang cukup singkat, internet bisa merabah hampir ke seluruh wilayah di dunia. Oleh karena itu, komunikasi tidak hanya dilakukan antar masyarakat sesama daerah, melainkan antar negara tanpa adanya pembatas. Sehingga berbagai informasi baru yang didapat pun lebih mudah masuk.
Sayangnya karena kebebasan yang ada dalam internet, manusia seringkali menyalahgunakannya. Dari mulai pornografi, hingga yang marak pada saat ini adalah kasus kriminal yang terjadi lewat internet seperti penculikan, penipuan, dsb. Berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah namun belum maksimal.
Sebaiknya untuk mengantisipasi dampak-dampak negatif itu harus dimulai dari diri kita sendiri. Karena tidak adanya batasan dalam dunia internet, maka kita yang harus membatasi diri kita. Kita harus selalu waspada pada hal-hal yang ditawarkan di internet dan/atau dengan siapa kita berkomunikasi. Kita juga harus pintar-pintar memilih mana yang baik dan mana yang buruk untuk kita. Disamping itu, pemerintah juga sebaiknya terus memperketat pengawasan terhadap informasi-informasi yang sekiranya tidak boleh di konsumsi oleh masyarakat Indonesia yang masuk lewat internet.
Sekarang keberadaan Pensil serta Penghapus sudah tidak asing lagi, dan sangat mudah dicari. Dengan adanya pensil, manusia bisa melakukan tugasnya dengan mudah seperti mengerjakan PR, tugas sekolah, menggambar, mendesain, dll.Pensil juga sudah bermacam-macam bentuk dan jenisnya. Dari mulai pensil biasa, hingga pensil yang berwarna. Berikut akan dijelaskan sejarah pensil dan penghapus terlebih dulu.
Sejarah Pensil
Penggunaan timbal dan grafit sudah dimulai sejak zaman Yunani. Keduanya memberikan efek goresan abu-abu, walaupun grafit sedikit lebih hitam. Grafit sangat jarang dipakai hingga kemudian pada tahun 1564 ditemukan kandungan grafit murni dalam jumlah besar di Borrowdale, sebuah lembah di Lake District, Inggris bagian utara. Meskipun kelihatan seperti batu bara, mineral tersebut tidak dapat terbakar, dan meninggalkan bekas berwarna hitam mengilap, serta mudah dihapus di atas permukaan yang bisa ditulisi.
Pada masa ini istilah grafit masih disalahartikan dengan timah, timah hitam, dan plumbago, artinya “seperti timah” mengingat sifatnya yang hampir sama. Karena itu istilah lead pencil (pensil timah) masih digunakan sampai sekarang. Karena teksturnya berminyak, bongkahan dibungkus dengan kulit domba atau potongan kecil timah berbentuktongkat dibebat dengan tali. Tidak seorang pun tahu siapa yang mula-mula mempunyai ide untuk memasukkan timah hitam ke dalam wadah kayu, tetapi pada tahun 1560-an, pensil yang primitif sudah sampai di benua Eropa.
Tak lama kemudian, timah hitam ditambang dan diekspor untuk memenuhi permintaan para seniman; dan pada abad ke-17, bisa dikatakan timah hitam telah digunakan di mana-mana. Pada waktu yang sama, para pembuat pensil bereksperimen dengan timah hitam untuk menghasilkan alat tulis yang lebih baik. Karena murni serta mudah diekstrak, timah hitam dari Borrowdale menjadi incaran pencuri dan pedagang gelap. Untuk mengatasinya, Parlemen Inggris mengeluarkan undang-undang pada tahun 1752 yang menetapkan bahwa pencuri timah hitam bisa dipenjarakan atau dibuang ke suatu koloni narapidana.
Namun pada tahun 1779, seorang ahli kimia Carl W. Scheele meneliti dan menyimpulkan bahwa grafit memiliki sifat kimiawi yang jauh berbeda dengan timbal. Grafit adalah komposisi molekul karbon murni yang lunak. Akhirnya pada tahun 1789, ahli Geologi Jerman, Abraham G. Werner memberikan nama grafit, yang berasal dari perkataan Yunani graphein, yang berarti menulis. Jadi, isi pensil bukan timah.
Pensil Modern
Pensil sekarang adalah alat tulis dan gambar yang canggih sekaligus serbaguna, yang setiap tahun diproduksi di seluruh dunia hingga milliaran batang. Pensil biasa dapat membuat garis sepanjang 60 kilometer dan menulis 45.000 kata.
Pensil berwarna
Isi pensil mekanis, yang tangkainya dari logam atau plastik, tidak perlu diraut. Sebagai ganti grafit, pensil berwarna berisi bahan pewarna dan pigmen dalam puluhan warna.
Pensil mekanis
Pensil mekanis ditemukan di Britania Raya pada 1822 oleh Sampson Mordan dan Gabriel Riddle. Pensil mekanis menjadi tenar di Jepang dengan beberapa pengembangan di tahun 1915 oleh Tokuji Hayakawa, seorang pekerja besi yang selesai magangnya. Pensil mekanis ciptaannya dinamakan Ever-Ready Sharp Pencil.
Sejarah Penghapus
Penghapus (juga disebut setip) merupakan salah satu perlengkapan alat tulis yang merupakan karet lembut yang mampu menghilangkan tanda yang dihasilkan dengan pensil.
Penghapus kenyal seperti karet, dan seringkali bewarna putih atau hitam (walaupun ditemukan juga coklat atau merah jambu untuk memperindah penampilan sesuai pemanfaatan teknologi). Terdapat pensil yang dilengkapi dengan penghapus di ujungnya. Penghapus mahal mungkin mempunyai bahan vinyl atau plastik sebagai tambahan kepada karet.
Penghapus juga merujuk kepada penghapus pada papan tulis seperti papan hitam atau papan putih. Penghapus papan hitam tradisional merupakan blok kayu berbentuk persegi panjang yang dibuat dari kain berbahan wol.
Pada tahun 1770, pakar sains Joseph Priestley menyatakan, “Saya telah melihat bahan yang amat sesuai untuk digunakan bagi menghilangkan tanda arang pensil pada kertas.” Di seluruh Eropa pada saat itu, tulisan pensil dihapus dari kertas dengan menggunakan kubus-kubus kecil yang terbuat dari karet. Kubus-kubus kecil ini masih digunakan untuk tujuan ini di Inggris dan Australia.
Juga pada tahun 1770, Edward Naime, insinyur Inggris, disebut sebagai pencipta penghapus karet pertama. Sebelum penggunaan karet, serbuk roti digunakan sebagai penghapus. Naime berkata bahwa dia salah mengambil kepingan karet dan bukannya serbuk roti, dan menemukan ciri-ciri menghapus dari karet, dan mulai menjual penghapus karet.
Bagaimanapun juga, karet dalam bentuk mentah sulit disimpan, kerana ia mudah dan akan rusak. Pada tahun 1839, Charles Goodyear, seorang penemu, menemukan proses vulkanisasi, kaedah yang merawat karet dan menjadikannya bahan yang tahan lama. Penghapus menjadi benda yang umum dengan perkembangan karet yang divulkanisasi.
Pada tahun 1858, Hyman Lipman dari Philadelphia, Pennsylvania, AS, menerima paten pertama untuk pelekatan penghapus pada ujung pensil. Paten itu kemudian dibatalkan karena ditetapkan bahwa hal tersebut hanya merupakan gabungan dua peralatan dan bukannya produk baru sepenuhnya.
Efek yang terjadi pada Manusia
Pensil dan penghapus adalah pasangan yang tidak bisa dipisahkan. Pensil adalah alat tulis dan lukis yang awalnya terbuat dari grafit murni. Penulisan dilakukan dengan menggoreskan grafit tersebut ke atas media. Namun grafit murni cenderung mudah patah, terlalu lembut, memberikan efek kotor saat media bergesekan dengan tangan, dan mengotori tangan saat dipegang. Kemudian diciptakan campuran grafit dengan tanah liat agar komposisinya lebih keras.
Dengan bentuk pensil yang sekarang, akan lebih mudah digunakan. Pensil juga dibuat sesuai dengan kebutuhan manusia, oleh karena itu bentuk dan jenis pensil sangat beragam. Kita tidak perlu bersusah payah jika ingin menulis karena pensil sangat mudah dicari dan harganya pun beragam, dari mulai yang murah sampai mahal tergantung dari kualitasnya. Jika ingin menggambar juga telah tersedia pensil dengan berbagai macam warna. Begitupun dengan penghapus. Kita bisa dengan mudah membersihkan / menghapus goresan-goresan pensil yang telah kita buat. Apalagi sekarang juga bentuk penghapus sangat beragam. Dari mulai yang berbentuk kotak sampai yang berbentuk macam-macam barang. Dari mulai yang hanya berwarna putih sampai berwarna-warni. Dari yang kualitasnya tinggi sampai rendah dan dengan harga yang mahal sampai murah. Semuanya dapat kita dapatkan dengan mudah dan sesuai dengan keinginan kita.
Pensil dilapisi/dibalut oleh kayu atau plastik agar tidak mengotori tangan jika digunakan. Namun karena semakin banyak permintaan untuk pembuatan pensil, semakin banyak juga kayu dan plastik yang digunakan. Sedangkan bumi ini sedang dilanda global warming dan sangat membutuhkan pepohonan untuk menghijaukan kembali daerah-daerah yang tandus. Jika produksi pensil terus menerus dibuat dalam jumlah yang sangat besar, maka kebutuhan akan kayu juga bertambah besar dan jumlah pohon pun akan menurun jika tidak ada gerakan untuk menanam pepohonan kembali. Sebaiknya pelapis untuk pensil diganti dengan sesuatu yang lain yang tidak merugikan bumi, dan pensil digunakan jangan untuk sesuatu hal yang tidak perlu/sia-sia seperti mencorat-coret yang tidak jelas.
Bahan dasar pembuatan pensil adalah grafit yang merupakan barang tambang. Sedangkan barang tambang itu bisa habis suatu saat nanti. Jika kita menggunakan pensil secara cuma-cuma / untuk sesuatu yang tidak perlu itu akan mempercepat penghabisan barang tambang tersebut. Maka dari itu, gunakan dan manfaatkanlah pensil dengan sebaik mungkin.
berawal dari seluruh tanya dalam hidupku tentang kamu kamu yang tiba-tiba hadir dalam ruang kehidupanku membuatku bertanya, siapa kamu?
kamu dengan wajah polosmu menghampiriku yang sedang merintih kesakitan tergeletak ditengah padang tandus dengan wajah itu kamu membawakan segumpal harapan harapan untuk kembali hidup ditengah-tengah kehausan
kamu yang sesaat telah membuatku bangkit tiba-tiba menghilang aku yang sangat membutuhkanmu kembali untuk mengisi kehampaanku namun apa yang ku dapat? tidak ada.
aku hanya bisa menunggu dan menunggu tahukah kamu bahwa saat itu ku benar-benar membutuhkanmu?
saat aku menghadapi masa keterpurukanku semuanya gersang dan kandas kurasakan kehancuran yang amat sangat perih tiba-tiba setetes air mendamaikan jiwaku kamu yang ku tunggu pun akhirnya datang
apakah kamu tahu? saat itu ku benar-benar bersyukur ku rasakan seperti ditarik dari neraka oleh malaikat kamu datang disaat yang tepat sayang..
kamu yang dapat membuatku kembali tertawa membantuku menghapuskan kesuraman yang ada membuatnya kembali menjadi kertas putih yang siap untuk diisi dengan kenangan yang baru
aku memberikan semua harapanku padamu berharap kamu yang terbaik bagiku dan berharap tak akan merasakan ganasnya luka lagi aku yakin sepenuhnya padamu bahwa kamu akan menjaga dan mengabulkan semua harapanku sejuta harapan yang suci yang sangat penting dan berarti tolong kabulkanlah itu untukku..
Semilir angin menghujam jantungku kenangan-kenangan pahitpun meresap kembali kedalam pori-pori tubuh mengalir beserta darah menuju setiap celah tubuhku langit malam yang suram tak ada setitikpun cahaya akankah semuanya berakhir begitu saja dalam kegelapan? tak ada harapan sama sekali musnah bagaikan tertiup angin topan semuanya hancur berkeping-keping terlambat sudah untuk memperbaikinya beribu angan yang telah terrangkai bersama, telah kandas ditelan amarah egoku yang menghancurkan segalanya tak ada sedikitpun penyesalan yang ada hanyalah kekosongan dan kesunyian
jiwaku hilang sesaat terbawa angin yang dengan lembut menyentuh setiap apa yang dihadapinya mengalir tenang ke setiap arah tetap berhembus meskipun ada yang menghalanginya
sesaat setelah jiwaku terbang entah kemana akupun sadar suatu hal tidak akan selamanya langit itu gelap gulita seiring berjalannya waktu, ia akan berubah membawa semua cahayanya menerangi seluruh dunia dan sekarangpun aku sadar, bahwa akupun mendapatkan cahaya itu cahaya yang hangat dan menentramkan jiwa cahaya yang mengembalikan semangat jiwaku cahaya yang menerangi setiap perjalanan hidupku cahaya yang berarti segalanya dalam kehidupan ini.
Orang Jerman dilihat dari postur tubuhnya termasuk tinggi besar jika dibandingkan dengan orang Indonesia. Itu dikarenakan pola makan mereka yang sangat banyak dan sangat bergizi, mulai dari daging hingga sayur dan karbohidrat. Dan semuanya disajikan dalam porsi besar untuk setiap orangnya. Sedangkan orang Indonesia kebanyakan memakan makanan yang kurang bergizi, seperti makanan yang cepat saji ( fastfood ).
Cara berjalan orang Jerman sangat cepat, karena mereka terbiasa jika musim dingin langkah mereka dipercepat. Jika tidak, mereka akan menggigil kedingan bahkan membeku jika jalan mereka pelan-pelan atau santai.
Di Jerman tidak ada pembantu, tukang kebun, supir, dll. Mereka mengurus rumahnya sendiri, sehingga mereka menjadi seorang yang mandiri. Segala sesuatu dilakukan sendiri, tapi bukan berarti mereka individualis. Tetapi jika diberi pertolongan atau dibantu oleh orang lain mereka selalu mengucapkan terima kasih. Dan jika bertemu seseorang mereka selalu mengucapkan salam. Maka dari itu, orang Jerman juga terkenal ramah.
Perayaan natal di Jerman selalu diadakan secara meriah. Sehingga orang-orang di sana sangat dekat / erat hubungan kekerabatannya satu dengan yang lainnya. Karena mereka juga mudah bersosialisasi. Ditambah lagi terdapat tradisi yang bernama malam Sankt Martin yang dapat mempererat tali persaudaraan mereka. Pada malam itu anak-anak memperingatinya dengan Laternen (Lampu yang dihiasi dan diberi pegangan yang cukup panjang seperti pancingan ikan). Pada malam hari mereka berjalan kaki menelusuri jalan-jalan yang sudah ditentukan dengan didampingi oleh salah seorang yang berpakaian seperti prajurit Roma, dengan memakai mantel warna merah. Di sepanjang jalan itu mereka bernyanyi lagu-lagu Laternen yang diiringi drum band. Pada akhirnya dibuat api unggun yang besar, dan anak-anak tersebut mendapatkan kue kering atau permen. Nanti sambil pulang ke rumah, mereka akan mengetuk rumah-rumah tetangga, lalu bernyany. Si pemilik rumah biasanya sudah menyiapkan permen untuk dibagi-bagikan kepada mereka.
Selain itu orang Jerman juga sangat rajin. Terbukti ketika awal masuk musim semi mereka dengan gesit dan cekatan membersihkan dan merapihkan taman / kebun mereka. Jika dibandingkan dengan orang Indonesia yang malas membersihkan taman / kebun dan cenderung menunda-nunda pekerjaan.
Orang Jerman itu pandai mengatur waktu dan dapat memperhitungkan segala hal. Sebagai contoh, Biasanya orang Jerman mulai memasak untuk keluarganya pada siang hari sekitar pukul 11.30. Berbeda hal nya dengan orang Indonesia yang yang sudah mulai memasakdi pagi hari. Alasan mereka memasak pada siang hari adalah agar bisa langsung dihidangkan dan makanan yang disajikannya pun masih hangat. Jadi tidak menghabiskan banyak waktu di dapur. Kalau masih ada sisa waktu, mereka gunakan untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang lainnya. Jika dibandingkan dengan pembantu di Indonesia yang sudah mulai bekerja mulai dari pagi buta. Bangun tidur langsung masak untuk mempersiapkan makan pagi. Setelah itu masak lagi untuk makan siang. Begitu juga pada sore hari dia memasak lagi untuk makan malam. Ini bisa menyebabkan pemborosan tenaga, listrik dan gas.
Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa orang Jerman jika dilihat dari postur tubuhnya, tinggi besar. Cara jalan mereka pun cepat. Orang Jerman sangat mandiri, ramah, mudah bersosialisasi, rajin, dan juga pandai mengatur waktu.
Orang Jerman dilihat dari postur tubuhnya termasuk tinggi besar jika dibandingkan dengan orang Indonesia. Itu dikarenakan pola makan mereka yang sangat banyak dan sangat bergizi, mulai dari daging hingga sayur dan karbohidrat. Dan semuanya disajikan dalam porsi besar untuk setiap orangnya. Sedangkan orang Indonesia kebanyakan memakan makanan yang kurang bergizi, seperti makanan yang cepat saji ( fastfood ).
Cara berjalan orang Jerman sangat cepat, karena mereka terbiasa jika musim dingin langkah mereka dipercepat. Jika tidak, mereka akan menggigil kedingan bahkan membeku jika jalan mereka pelan-pelan atau santai.
Di Jerman tidak ada pembantu, tukang kebun, supir, dll. Mereka mengurus rumahnya sendiri, sehingga mereka menjadi seorang yang mandiri. Segala sesuatu dilakukan sendiri, tapi bukan berarti mereka individualis. Tetapi jika diberi pertolongan atau dibantu oleh orang lain mereka selalu mengucapkan terima kasih. Dan jika bertemu seseorang mereka selalu mengucapkan salam. Maka dari itu, orang Jerman juga terkenal ramah.
Perayaan natal di Jerman selalu diadakan secara meriah. Sehingga orang-orang di sana sangat dekat / erat hubungan kekerabatannya satu dengan yang lainnya. Karena mereka juga mudah bersosialisasi. Ditambah lagi terdapat tradisi yang bernama malam Sankt Martin yang dapat mempererat tali persaudaraan mereka. Pada malam itu anak-anak memperingatinya dengan Laternen (Lampu yang dihiasi dan diberi pegangan yang cukup panjang seperti pancingan ikan). Pada malam hari mereka berjalan kaki menelusuri jalan-jalan yang sudah ditentukan dengan didampingi oleh salah seorang yang berpakaian seperti prajurit Roma, dengan memakai mantel warna merah. Di sepanjang jalan itu mereka bernyanyi lagu-lagu Laternen yang diiringi drum band. Pada akhirnya dibuat api unggun yang besar, dan anak-anak tersebut mendapatkan kue kering atau permen. Nanti sambil pulang ke rumah, mereka akan mengetuk rumah-rumah tetangga, lalu bernyany. Si pemilik rumah biasanya sudah menyiapkan permen untuk dibagi-bagikan kepada mereka.
Selain itu orang Jerman juga sangat rajin. Terbukti ketika awal masuk musim semi mereka dengan gesit dan cekatan membersihkan dan merapihkan taman / kebun mereka. Jika dibandingkan dengan orang Indonesia yang malas membersihkan taman / kebun dan cenderung menunda-nunda pekerjaan.
Orang Jerman itu pandai mengatur waktu dan dapat memperhitungkan segala hal. Sebagai contoh, Biasanya orang Jerman mulai memasak untuk keluarganya pada siang hari sekitar pukul 11.30. Berbeda hal nya dengan orang Indonesia yang yang sudah mulai memasakdi pagi hari. Alasan mereka memasak pada siang hari adalah agar bisa langsung dihidangkan dan makanan yang disajikannya pun masih hangat. Jadi tidak menghabiskan banyak waktu di dapur. Kalau masih ada sisa waktu, mereka gunakan untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang lainnya. Jika dibandingkan dengan pembantu di Indonesia yang sudah mulai bekerja mulai dari pagi buta. Bangun tidur langsung masak untuk mempersiapkan makan pagi. Setelah itu masak lagi untuk makan siang. Begitu juga pada sore hari dia memasak lagi untuk makan malam. Ini bisa menyebabkan pemborosan tenaga, listrik dan gas.
Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa orang Jerman jika dilihat dari postur tubuhnya, tinggi besar. Cara jalan mereka pun cepat. Orang Jerman sangat mandiri, ramah, mudah bersosialisasi, rajin, dan juga pandai mengatur waktu.